Cemburu
August 23, 2008 by verdinand
Filed under Ekonomi, HAM dan Demokrasi
Menarik sekali setelah membaca tulisan Evi Fitriani pada Kompas hari ini, (23/8) yang berjudul Olimpiade Beijing dan softpower China. Saya jadi tertarik untuk berpikir apa yang diharapkan oleh China dari Olimpiade yang megah ini. Apakah hanya karena China ingin menunjukkan bahwa China adalah negara yang luar biasa hebat? Atau karena ada tujuan lain yang ingin dicapai China? Read more
Pentingnya Gagasan di Dalam Demokrasi
July 31, 2008 by Wendy A. Prajuli
Filed under HAM dan Demokrasi
Berbicara tentang demokratisasi salah satu pilar yang harus dibicarakan adalah kekuatan masyarakat sipil. Karena setidaknya demokrasi merupakan sebuah proses dialektis antara tiga kekuatan utama yaitu, negara, warganegara, dan kapital. Negara direpresentasikan dengan masyarakat politik (partai politik). Warganegara direpresentasikan dengan masyarakat sipil dan kapital direpresentasikan, di tengah arus globaliasasi ini, oleh perusahaan-perusahaan multinasional (MNC’s & TNC’s).
Namun jika kita berbicara di dalam konteks Indonesia, tiga kekuatan ini tidak hadir secara seimbang. Negara dan kapital mendominasi sementara warganegara entah berada dimana.
Untuk menjelaskan fenomena hilangnya warganegara tersebut, saya di sini mencoba untuk mengaitkannya dengan faktor gagasan. Gagasan merupakan faktor yang krusial dalam sebuah kehidupan sosial dimana perang dominasi antar berbagai kekuatan merupakan sebuah keniscayaan. Banyak sudah teoritisi sosial yang berbicara tentang pentingnya faktor gagasan di dalam kehidupan sosial yang diantaranya adalah, Gramsci, Habermas dan Foucalt. Gramsci dengan Hegemoninya. Habermas dengan Relasi Ideologi dan Kekuasaannya. Dan Foucault dengan Relasi Pengetahuan dan Kekuasaannya. Salah satu peristiwa yang dapat digunakan untuk mengamati perkembangan masyarakat sipil di Indonesia adalah peristiwa G30S. Peristiwa ini tidak saja merubah konstelasi politik yang berlangsung tapi juga merubah seluruh sendi kehidupan di Indonesia mulai dari politik, ekonomi, budaya dan sosial. Read more
Memilih Demokrasi untuk Indonesia
October 8, 2007 by Pandu Utama Manggala
Filed under Politik
“Supaya tercapai suatu masyarakat yang berdasarkan keadilan dan kebenaran, haruslah rakyat insyaf akan haknya dan harga dirinya. Kemudian haruslah ia berhak menentukan nasibnya sendiri perihal bagaimana ia mesti hidup dan bergaul”
-Mohammad Hatta-
Diskursus demokrasi di Indonesia tak dapat dipungkiri, telah melewati perjalanan sejarah yang demikian panjangnya. Berbagai ide dan cara telah coba dilontarkan dan dilakukan guna memenuhi tuntutan demokratisasi di negara kepulauan ini. Usaha untuk memenuhi tuntutan mewujudkan pemerintahan yang demokratis tersebut misalnya dapat dilihat dari hadirnya rumusan model demokrasi Indonesia di dua zaman pemerintahan Indonesia, yakni Orde Lama dan Orde Baru. Di zaman pemerintahan Soekarno dikenal yang dinamakan model Demokrasi Terpimpin, lalu berikutnya di zaman pemerintahan Soeharto model demokrasi yang dijalankan adalah model Demokrasi Pancasila. Namun, alih-alih mempunyai suatu pemerintahan yang demokratis, model demokrasi yang ditawarkan di dua rezim awal pemerintahan Indonesia tersebut malah memunculkan pemerintahan yang otoritarian, yang membelenggu kebebasan politik warganya. Read more

