“Weepublican”and “Demoquat”
February 14, 2008 by Andika Putraditama
Filed under Politik
Euphoria pemilu AS belakangan ini ternyata punya pengaruh sangat besar untuk para orang tua di AS sana. Mereka berusaha agar anak-anaknya mengenal dunia politik sedini mungkin. T-shirt berukuran mini bertuliskan“Weepublican” bergambar gajah (lambang partai Republik) dan“Demoquat” bergambar keledai ternyata diminiati oleh para orang tua.
Lucunya, anak-anak ini ternyata menyukai gambar gajah dan keledai yang ada di t-shirt ini. Bahkan beberapa diantara anak-anak ini menganggap kaos ini cool dan memamerkannya pada teman sekelasnya yang masih duduk dikelas 4 SD. Ada juga anak yang menggunakan t-shirt bertulisan “My mommy for Obama”.
Beberapa orang tua yang diwawancarai mengatakan bahwa “party-training” ini tidak bermaksud untuk menjadikan anak sebagai billboard politik namun mereka hanya berusaha untuk menanamkan political belief keluarga sedini mungkin. Sungguh sebuah kultur politik yang luar biasa.
Tidak hanya t-shirt,ternyata pengenalan politik di Amerika pun dilakukan dengan buku-buku cerita yang mengandung nilai-nilai partai. Partai Republik–yang juga dikenal dengan Grand Old Party (GOP)–memiliki cara tersendiri dengan mempublikasikan sebuah buku cerita bagi anak-anak dengan judul “Help! Mom! There Are Liberals Under My Bed!”.
Saya sendiri berpendapat bahwa t-shirt bagi para ‘Weepublican’ dan ‘Demoquat’ kecil sebagai sesuatu yang lucu dan kreatif. Namun pengenalan dunia politik sejak dini ini juga perlu didukung oleh pendidikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, jangan hanya berhenti di simbol saja. Tentu ketika usia sang anak dirasa sudah cukup mengerti konsep-konsep politik yang dimaksud.





ini salah satu tamparan baik untuk parpol lokal: kemana fungsi mereka sebagai institusi pendidikan politik? yang ada mereka malah cari budget untuk promosi kader dan calon2 presiden dari kelompok mereka.
Setuju Vin,
Kalo di Indonesia bajunya kayak gimana ya?
Mungkin PDIP gambar bajunya banteng merah yang kegemukan jadi nggak bisa bergerak
trus Golkar dengan gambar pohon beringin yang banyak setannya
Heheeee
Buat ahh.. Siapa yang mau beli?
Yah begitulah politik. Ilmu politik yang dianggap luhur oleh para filsuf semacam Aristoteles, Plato, nyatanya hanya menghasilkan para politisi yang haus akan kekuasaan. Mudah-mudahan strategi parpol dalam menggolkan calonnya melalui cara-cara simbolik di atas tidak hanya menghasilkan seseorang duduk dikursi kekuasaan, tapi juga menghasilkan keluhuran bagi seluruh umat manusia seperti yg dicita-citakan kedua filsuf diatas. maksudnya pemimpin yang duduk nanti dapat menjadi wakil rakyat yang mau mensejahterahkan rakyatnya.
@verdinand
sarkas bagus *sayang ga ada smilies ngakak disini*
Institusi dan sistem politik yang bagus sekalipun akan mubazir tanpa adanya partisipasi rakyat yang “mengerti” politik. Disinilah pentingnya fungsi edukasi parpol.
@Verdinand
Eh..beneran tuh!! hasil jualannya kita pake untuk bikin partai!! mariii…..
semoga ada fungsionaris parpol yang membaca tulisan andika ini. Siapa tau nanti andika direkrut jadi kader HANURA *spesialisasi blogger dan buat baju hehee*.
maju terus politisi Indonesia!
hmm… pendidikan politik dari kecil yah, diajarkan caranya.. tapi bukannya hal ini akan semaking mongkotak-kotakan masyarakat ??
What’s so wrong with pengkotak-kotakan masyarakat?
Yang penting khan, ada prinsip pluralitas yang dijunjung oleh masyarakat.
Kalau masyarakatnya nggak toleran dan inklusif, ya konflik terus dong..
I’m Democrat. You’re Republic.
But we are Indonesians.
Semakin mengkotak-kotakkan masyarakat? Dalam demokrasi, ‘beda kotak’ itu sesuatu yang inevitable. Karena kalo hanya ada satu kotak, bukan demokrasi dong namanya?
Pendidikan politik justru diperlukan untuk memberikan pemahaman tentang “kotak kita”, “kotak orang lain” dan mendidik masyarakat supaya punya toleransi untuk tidak ‘menghancurkan’ kotak lain selain miliknya.
Setiap orang berhak ‘hidup’ dalam kotaknya masing2…
Makin lama gw ngetik kok makin ngerasa gw lagi ada dalam kardus y??
heuehue…
hmm…. melakukan pengkotak kotakan tapi tanpa pendidikan politik pasti akan terjadi benturan2 baik fisik maupun non fisik !!! di amerika saja yg pendidikan politiknya tinggi suka terjadi benturan2 walaupun cuma saling ejek !!! kalo di indonesia pasti ribut terus apalagi menjelang 2009. iya nih kembali lagi pada pendidikan politik baik suprastuktur maupun infrastruktur politik indonesia !!!!!
Kenapa fotonyanya cuma Obama dan H. Clinton. Ko John McCain tidak ditaro sih fotonya. Ada kesan Bung Verdinand lebih menyukai kandidat demokrat ketimbang republikan. Hati-hati lo, survei nasional yang dilakukan oleh lembaga poling di AS seperti Gallup, CNN dll., menunjukkan McCain lebih unggul tipis dari kedua kandidat demokrat di atas. Apabila McCain menjanjikan kalau dia naik nanti tidak mengenakan pajak baru bagi warga AS.
Sori maksudnya: apalagi McCain menjanjikan kalau dia naik nanti, dia tidak akan mengenakan pajak baru bagi warga negara AS. suatu kebijakan yang tidak akan diterapkan oleh Obama dan H. Clinton.
Tidak ada sistem yang tidak melakukan pengkotak-kotakan. Termasuk demokrasi (liberal). Pengkotak-kotakkan tidak akan terjadi apabila terbentuk suatu diskursus yang dinamakan oleh Jurgen Habermas sebagai negara hukum demokratis atau demokrasi deliberatif. Demokrasi jenis ini beda lo dengan demokrasi liberal yang banyak dijadikan sistem politik oleh negara2 di dunia. Ingin lebih jelas tentang demokrasi deliberatif coba baca bukunya F. Budi Hardiman, Filsafat Fragmentaris pada BAB 4.
ukuran demokrasi bukan didasarkan pada adanya pengkotak-kotakan. Tapi bagaimana caranya menghasilkan hukum yang legitim di dalam masyarakat dewasa ini yg terdiri atas kemajemukan gaya hidup dan orientasi nilai sehingga hukum itu memiliki kekuatan integratif bagi masyarakat itu sendiri. Disini pluralitas masyarakat yang mejemuk dapat diciptakan. Jika ini terjadi baru demokrasi dapat dikatakan berfungsi dengan baik (demokrasi deliberatif).
ngomong2 artikel ini masuk ke kolom kampus pikiran rakyat (21/2/08) loh
^^ bener kata yg diatas masuk Pr edisi klom kampus nih linknya http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib=beritadetail&id=12706
penasaran dapet duit brp yah klo nulis kayak gitu ????
wah..link-nya ditaro juga..jadi maluuu…makasih mas payon,..
gimana ceritaya bisa dikirim bek? Abis posting disini baru loe kirim atau emang loe udah kirim sebelum posting disini?
dasar orang politik, politiiiik mulu yang diomongin. Ga ada yang lain apa?
coba tinjau penjualan kaos itu dari segi profit yang bisa diraih pengusaha, terus masalah amrik yang lagi mau istirahat dulu ekonominya,
ga pada mikrin apa?
hehe becanda,
sebenarnya saya cuma bertanya-tanya mengenai bentuk kampanye kaos seperti itu efektif atau tidak dalam perolehan suara nantinya. Yang notabene disini suara anak2 apakah akan mempengaruhi suara orang tuanya karena si anak suka sama gambar lucu-lucu tsb…
coba dibuat analisa regresinya, pasti menarik..
tul ga bang
wah ada si bebek nulis di sini
huhu
haha…..
lucu jg…
bener2 pas diterapkan dinegara kita, karena selama ini atribut partai atau wajah calon bener2 membuat rakyat tidak yakin akan pilihannya.
jadi, mungkin lebih baik menggantinya dengan gambar hewan2 yang lucu, apalagi hewan khas Indonesia…
btw webnya makin oke aja mas….:)