Resensi Novel: Desing Kalbu
October 15, 2007 by verdinand
Filed under book review
Bagaimana rasanya membaca novel yang ngomongin HI? Akankah menjadi membosankan seperti melihat portalHI? Pasti status ‘FreakHI’ akan menempel buat yang membaca novel ini. Namun benarkah demikian? Novel karya Musa Maliki, Desing Kalbu membalikkan semua anggapan di atas. HI juga bisa dibuat asik dan seru, apalagi ada bumbu romatisme cintanya. Ngomongin HI bisa menjadi lucu dan menyenangkan, bahkan kadang-kadang menjorok ke pornografi. Ya, itulah Desing Kalbu. Dalam resensi ini, penulis berusaha menggali secara singkat cerita dalam novel ini, kemudian membahas sisi positif dan negatif dari novel ini dan terakhir memberikan penilaian dalam skala 1-5.
Novel ini bercerita mengenai kehidupan seorang mahasiswa Hubungan Internasional University of Selokan yang bernama Bayu. ia menceritakan masa kecilnya hingga ia berkuliah di universitas. Ia sering disebut ‘bodho’ pada masa kecil karena ia selalu mendapat nilai jelek di sekolahnya. Namun, ia memberontak terhadap ejekan tersebut hingga ia menjadi mahasiswa dengan IP 4,00 dalam beberapa semester. Tak hanya pintar, Bayu pun memiliki tubuh yang cukup diidolakan oleh wanita: atletis, tinggi dan ganteng.
Masuk pada bab II, dunia HI-nya mulai masuk secara kuat. Dimulai dengan percakapan Bayu dengan Leni, teman kuliah Bayu, mengenai penetrasi budaya Jawa dalam hubungan internasional. Leni ingin mendobrak pemikiran yang selama ini terdogma dalam hubungan internasional bahwa HI jauh dari dunia budaya. Ini terlihat dalam percakapan mereka:
“Nek slametan digawa nang level internasional, kan jadi bahan eksperimen sing apik dan keren abis. Jadi, slametan ini mencampuradukkan semua kalangan, melimpahruahkan semua golongan….. Itulah salah satu pencegahan konflik dan cara ampuhnya wong Jawa dalam meredakan peperangan dan sekat-sekat perbedaan yang bisa menjadi bom waktu”.
Tak hanya Leni, sosok Bayu pun mulai memperkenalkan pemikiran mengenai modernisme dalam HI. Ia memberi contoh bagaimana modernisme adalah refleksi dari sistem internasional yang anarki dan konfliktual.
“… Modernitas membentuk manusia menjadi mesin-mesin satu dimensi. Pikiran mereka bisa ditebak: regularitas, ekonomis, kuasa, efektif, efisien, dan hura-hura, sex, modernitas dan kehidupan sosial… Mereka pikir itu bullshit dan utopia.”
Hegemoni AS, topik yang sangat sering dibahas oleh mahasiswa HI, juga tak ketinggalan dibahas oleh Bayu. Ia sangat gatal ketika para orang-orang yang mengaku akademisi HI hanya meneliti kekuatan AS tanpa melakukan perubahan kritis. “..AS dibiarkan tetep nakal. Kenakalannya cuma untuk dilihat-lihat saja. Bahkan para intelektual, cendekiawan, dan para pengamat hanya mengais-ngais fenomena kenakalan AS melalui teorinya, metodologinya, dan pendekatannya thok. Mereka asik dengan ngais-ngais itu”.
Novel ini berusaha untuk mendobrak batas-batas pikiran yang selama ini dibuat dalam kehidupan akademisi HI. Sosok Bayu disini sangat kesal dengan komunitas HI yang tidak bisa mengakomodasi pemikiran-pemikiran baru dalam HI. Begitu banyak akademisi HI yang masih terkekang dengan dogma-dogma tertentu seperti realisme, positivisme dll. Seperti yang dikatakannya:
“Sudah menjadi rutinitas di mana tiap pagi kita diputarkan nyanyian-nyanyian tentang negara-bangsa, kedaulatan, perspektif realis, idealis, aktor rasional, metode behavioralisme, positivisme, dan segala macam organisasi dunia. Kita gak pernah diberi wacana tentang relasi pengetahuan dengan kuasa, tentang bagaimana Jepang memindahkan konsep security-nya pada film animasi, teknologi, game Ragnarok, play station, dan perangkat budaya Jepang lainnya. Kita juga belum diajarkan tentang analisis teks Green Day, Sum 41, musik rock helloween, dan Queen yang bisa dijadikan sebagai new movement trus dimaknai sebagai kekuatan alias power dunia internasonal yang bernuansa budaya-politik”
Namun novel ini tidak hanya melulu mengulas tinjauan kritis terhadap HI. Kehidupan cinta asmara Bayu menjadi satu cerita yang tidak terlupakan bagi saya. Inilah yang menjadi selling point bagi novel ini ketika penulis novel dapat membungkus cerita cintanya dalam konteks ngomongin HI. Bayu bertemu Lana, yang kelak menjadi wanita pujaannya di sebuah seminar internasional di Jakarta. Setelah pertemuannya itu di Jakarta dilanjutkan dengan hubungan persahabatan melalui surat elektronik dan sms. Tokoh Bayu ini rupanya jago nge-gombal. Bagi yang ingin jadi jagoan gombal, cocok banget baca novel ini. Dalam bab virtual talk dan virtual dialog, dituliskan semua email-email Bayu dan Lana. Bab ini khusus buat yang bosan ngomongin HI.
Namun Bayu dilanda kebingungan. Pasalnya Bayu juga naksir berat dengan Primawati dan Rani. Disinilah Bayu harus memutuskan siapa yang akan menjadi pacarnya. Bayu menyukai Lana karena Lana enak diajak ngomong, nyambung ama Bayu tapi Lana tidak terlalu cantik untuk seukuran wanita sebayanya. Kurus, kulit coklat dan pendek. Lain halnya dengan Primawati, mahasiswi HI Bandung. Ia cantik dan tinggi, karakter yang diinginkan Bayu. Namun bayu tidak merasa cocok dengan Primawati. Lain halnya dengan Rani. bayu sempat berhubungan sangat dekat dengan Rani namun putus di tengah jalan karena Rani harus pindah ke kota lain.
Novel ini memang terobosan baru dalam dunia akademis hubungan internasional. Tidak hanya melalui buku, jurnal, blog atau media massa, novel pun dapat menjadi media dalam mengeluarkan ide dan gagasan mengenai hubungan internasional. Desing Kalbu punya nilai yang sangat kuat dalam menguggat nilai-nilai yang selama ini tertanam dalam sistem hubungan internasional. Konsep modernisme, hegemoni, kapitalisme digugat secara kritis oleh si Bayu ini. Tapi yang menjadikan novel ini lebih hebat adalah membungkus semua itu dalam kehidupan cinta Bayu yang lucu dan konyol. Ditambah dengan gombal-gombal Bayu yang lucu, ditambah lagi dengan sifat bayu yang agak sedikit porno. Novel ini memang layak untuk dibaca oleh komunitas HI. Penulis sendiri adalah bukan pencinta novel dan bukan keluarga penulis novel namun akhirnya penulis mengakui bahwa
novel ini layak mendapat dua jempol
Dua hal yang kurang dari novel ini adalah begitu banyak kosakata yang berasal dari bahasa Jawa. Seandainya saya adalah seorang Jawa, pasti novel ini akan lebih lucu lagi. Penulis pun merasa baru mengerti maksud penulis novel ketika di pertengahan novel. Mungkin bagi teman-teman yang baru membeli saya sarankan dapat langsung membaca ke bab dua atau tiga.
Buku ini sangat pantas untuk dibeli. Awalnya saya berpikiran novel ini cukup mahal (konteks keuangan mahasiswa) namun setelah membuka kemasan dan mendapat CD 2 band baru, saya menjadi tidak terlalu kecewa, apalagi sudah membaca novelnya. Lagunya juga bagus kok. Saya harus akui kehebatan Musa Maliki, penulis novel Desing Kalbu ini, dalam mengimajinasikan pemikirannya dalam novel ini. Saya jadi bertanya-tanya: apakah tokoh Bayu itu refleksi dari si Musa Maliki, penulis novel ini? Hanya Musa yang tahu jawabannya.
Terakhir, sesi penilaian. Inilah nilai yang saya berikan adalah:
——————————————————————————————–
*Penulis adalah mahasiswa tingkat akhir Hubungan Internasional Universitas Indonesia.



Wah Mas Musa Hebat kokoh banget walopun Dihantam ombak sebegitu dahsyatnya…
Kapan2 KEtemuan yak ane dah di JKT sekarang
Yah namanya Kehidupan Kalo ga ad Yang Masalah orang ga bakal Bisa Pinter…
Salam Dari saya Vaisal Gitaris Fulkaller
Makasih ya atas komennya. Memang masalah membuat orang menjadi lebih tangguh, naik kelas kehidupan, dan tahu diri tentunya, bukan lupa diri. Sukses ya for your Band…
:em39: :em31: :em17: novelnya gak bagus
mmm… resensinya cukup bagus so pasti novelnya juga donk
Terima kasih atas komennya. Semoga komen ini menjadi cambuk dan perbaikan di karya berikut saya. Komen ini yang membuatku ingin selalu berbagi dengan semua pembaca.
Saya sangat senang sekali komennya Edi dan Amzar. Saya selalu memperoleh petunjuk dari temen2 seperti kalian.
hmmm….. bukunya masih terbit ngggakkk????
:em39: :em41: :em54:
mohoooon
utk cepat dibalazzzzz????!!!!!!
:em02: :em02: :em02: :em02: :em41: :em41: :em41: :em41: :em51: :em51: :em51: :em51: :em51: :em51: :em51: :em51: :em51: :em51:
Mungkin di Jogja masih ada. Tapi di jakarta sudah habis, sebab beredarnya lebih banyak di Jogja dan Jawa tengah. Jika mo pesen, bisa lewat saya, soalnya saya juga masih menyimpan beberapa buku. Saya kasih Rp. 35.000,- dengan sekaligus ongkos kirim deh.
novel tersebut akan menambah kekuatan hati agar hati kita slalu mempunyai komitmen dan tidak terjebak dalam,kenistaan hati sanubari,
menjadikan SDm yang jujur dan tangguh menghadapi cobaan dunia yang begitu buas…..
SUKSES………………….!!!!!! :em55: :em55: :em55:
Makasih Efina. Komentarmu sungguh sangat bermanfaat dan semoga kamu tetap sukses juga dalam menghadapi kebuasan hidup dengan hati yang kuat, sikap yang tegar. Dunia ini penuh tipu daya, tidak hanya kata kitab suci, tapi kata filsuf Perancis, Baudrillard, Derida, dan Lyotard juga.
mas”….. belum sempet baca…. hehehehehe……
Ya ditunggu ya Vicko…
Smoga komenmu nanti akan menjadi pengembangan lebih lanjut karya berikutnya.
makasih
:em54: seneng nyh.
makanya beli debbb…
huuuaaaaa….. banyak beudh yang dah comment yaaa????
gw dah baca novel ini (pas beudh dari awal mpe abizzz) … seruuu koQ, walo jujuuuurrrr gw gag gtu pahammmm sama bahasa jawanya, uuugghhh…
mas Musa nti klo ada buku lagi karya mu (gag harus novel juga,,, apalahhh… yangbisa nambah ilmu n gw curi-curi dikit ilmunya,, hhohoho…) kasih tw yaQzzzz…
walopun gw anak HI, penting beudh buku-buku kaya gni….
buwad yang gag suka sama buku ini,,,, buwadlah buku yang lebih bagus pastinya, jangan menghujat… kreatif dunkz… khan enak tuhhh klo kreativitas dalam bentuk apapun juga di balas dengan kreativitas juga…
okkkzzz deee klu bgituuu…
cayooo mas Musa….
oiaaaa mas,, buku-buku slanjutnya or tulisan slanjutnya, gag usah pake bahasa jaw yaa, at least di minimalisir gtu…
bukan gw gag suka sm jawa or sukunya, tapi emang gw gag ngerti mass…
tenkyyuuu……
Makasih Na…sukses ya buat kamu, smoga karyaku berguna. Bahasa Jawa cuma buat individu2 suku lain, etnis lain, dll tetap mempertahankan identitasnya. Identitas2 itu satu paket dengan keindonesiaan atau identitas nasional. Tapi memang yang baca ada juga yang masih salah tafsir bahwa yang saya ungkapkan adl tentang etnosentrisme atau sukuisme, padahal tidak! Tapi tentang “keamanan nasional” dalam konteks cultural atau societal security. Ini masalah keamanan bangsa yang justru dilengahkan oleh banyak pihak. Makanya pak Jowono, Dephan mau mensponsori novel ini dengan alasan keamanan nasional dalam konteks non-tradisional.
ya smoga km belajar banyak agar hidupmu dapat lebih percaya diri.
Semoga..
wew!!! cerita novelnya kok mirip banget sama kisah hidup penulisnya ya?
musa-musa, dari SMA kita sebangku, sampe kuliah satu jurusan… cerita novel itu seperti sudah aku kenal banget…hehehhe…
tapi selamat, bro… siapa pernah duga kamu jadi sehebat ini…
kutunggu karya-karya mu selanjutnya…
Makasih ya Nita…atas komennya.
Jadi perlu dikirim ga nih novelnya…Wong kamu sudah punya?
Masalah crita dalam novel yg mirip-mirip, tapi tetap beda dengan yang nyata, dalam hidup kita khan juga seharusnya tetap secara sadar melakukan observasi. Pernah dengar penelitian heuristik atau fenomenologi ga? Misalnya Mohammed Arkoun yang meneliti Islam atas dasar pendalaman dirinya dalam berislam.
Kenapa kamu tidak juga menulis novel atau cerpen? Khan imajinasi dan permainan pena-amu lebih canggih daripada aku?
Pernah denger, sa….
Kamu lupa ya? waktu kul aku kan sering nulis cerpen…
Tapi, sekarang aku yang lupa jalan biar bisa nulis cerpen lagi…
Ajari dong…
Btw, bukunya masih kutunggu lho!
portal ko sepi2 aj y……..??
mas musa novelnya bagus, novelnya cerdas, tajam, kritis, alah.. pokoknya T O P lah. sukses ya mas, terus berkarya. Kalo mas Musa ada nulis Novel atau buku lainnya tolong diinformasikan ke saya mas. saya Fansnya mas Musa nih. hehe.. Saya juga mahasiswanya mas Musa di Moestopo di kelas MPHI. BTW bahasa jawanya bikin saya pusing mas. hehe… sukses ya… smpe ketemu di kampus..
iya wend. abis anak2 sudah (lagi) kecanduan facebook sih…
untuk sasie, makasih ya…komennya…ya hampir semua komen tentang bahasa Jawa itu. sori, karena tergesa-gesa penerbitannya, dan yang ngedit adanya orang padang, ya jadinya begitu dong, ga ada catatan kaki ato terjemahannya, ha3x….
sukses ya…semoga bukuku menjadi bahan renungan yang bagus dalam menjalani hidup ke depannya….
jia mo pesen, tolong HUB: 08156862244, email: musa_maliki@yahoo.com