Pesta Blogger 2008 Didalangi Amerika!
Selamat Hari Blogger Nasional!
![]()
Pesta Blogger ada lagi! Wah, senangnya bisa bertemu lagi dengan blogger-blogger seantero Indonesia. Meskipun tahun kemarin tidak bisa ikut, tapi saya yakin Pesta Blogger 2007 telah membuat sebuah fenomena baru di Indonesia. Pesta Blogger 2008 pasti lebih heboh lagi. Bagaimana tidak heboh, sponsor utamanya adalah negara adidaya saat ini: Amerika Serikat. Nah, ketika melihat lambang kebesaran AS (gambar elang jawa) di blog Pesta Blogger, saya bertanya-tanya: loh ada angin apa Kedubes AS mensponsori Pesta Blogger. Apakah mereka mencurigai Pesta Blogger ini sebagai doktrinasi terroris baru atau nanti bakal ada kampanye McCain dan Palin? Hee3x kalau yang bener terakhir, saya pasti bakal datang *fans berat Sarah Palin gitu lohh..*
Ada dua hal yang ingin saya sampaikan disini, Read more
Satu dekade reformasi militer di Indonesia
October 14, 2008 by verdinand
Filed under perang damai
Ali Wibisono, Broto Wardoyo, Yandry Kasim*
(ditulis oleh Broto Wardoyo untuk Portalhi)
Bicara tentang reformasi sektor keamanan sebenarnya tidak hanya bicara tentang reformasi militer. Reformasi militer hanyalah salah satu bagian dari reformasi sektor keamanan. Dalam buku ini, kami bicara reformasi sektor keamanan dalam kerangka reformasi militer. Read more
Funny Bush
October 9, 2008 by verdinand
Filed under Uncategorized
Kebetulan saya dapat beberapa cerita lucu nih tentang Opa Bush, hasil dari jalan-jalan di blogosphere. Silakan dibaca!
———————————
Orang Kanada, Osama, dan George Bush
3 orang, Kanada, Osama dan Bush sedang jalan-jalan, kemudian ketemu jin di botol.
Jin: “Karena kalian sudah membebaskan ku, maka masing-masing dari kalian akan saya kabulkan sebuah permintaannya….”
Kanada: “Saya adalah seorang petani. Ayah saya adalah petani dan anak saya pun adalah seorang petani… saya mau seluruh tanah di Kanada menjadi subur…” Read more
Bangsa yang “Tahan Banting”
October 6, 2008 by verdinand
Filed under EKO-POL-IN
(Diambil dari Harian Kompas, edisi Senin, 6 September 2008)
Oleh MYRNA RATNA
Empat puluh tahun lalu, ekonom Swedia yang juga pemenang Nobel, Gunnar Myrdal, menulis karya monumental, Asian Drama: An Inquiry into the Poverty of Nations, yang berisi kajian terhadap negara-negara Asia Selatan dan Tenggara (khususnya India, tetapi juga melebar ke Indonesia dan negara-negara lain). Myrdal menggambarkan, negara-negara di kawasan itu dirundung kemiskinan, dibayangi ledakan penduduk dan perekonomian yang suram. Penyebab kondisi itu, menurut Myrdal, adalah ”keterbelakangan” Asia dalam hal modal, sumber daya, dan tingkat pendidikan. Namun, karakter ”khas” orang Asia juga berperan di situ, seperti disiplin kerja rendah, termasuk disiplin waktu dan ketertiban; kebencian terhadap kerja manual, suka hal- hal irasional, sulit beradaptasi dengan perubahan, kurang berambisi, gampang dieksploitasi, sulit bekerja sama. Read more

