General Election In 2009 and The Shapes of Indonesians Decision Makings
Rahadhian T. Akbar*
Indonesia will face general election in 2009. Due to that big event, I was fascinated to seek how Indonesia will develop as an actor in the further next five years. So, the first question is, what kind of (foreign) policies do Indonesia will do in the next five years? How will Indonesians next leaders act or -at least- think? These notions came from the realities that every state in the world has their commonly built-in purposes. These purposes are the one who have the most significant role in the development of the national roadmap of foreign policy. Read more
Tamatlah Kisah Adam Air
March 17, 2008 by verdinand
Filed under EKO-POL-IN
Verdinand Siahaan*
Hari ini (17/3) berbagai media cetak dan elektronik memberitakan kondisi Adam Air yang tengah dilanda krisis keuangan. Bhakti Investama, yang memiliki saham 50% di Adam Air melalui afiliasinya menarik semua sahamnya dari PT. Adam Sky Connection, operator Adam Air. Kebangkrutan sudah di depan mata apabila tidak ada investor yang menutupi kekurangan modal yang telah ditarik oleh Bhakti Investama ini.
Larangan Terbang Uni Eropa
Kabarnya Bhakti Investama menarik semua sahamnya karena kinerja Adam Air yang terus memburuk. Penarikan saham Bhakti ini dilakukan setelah terjadi insiden terperosoknya pesawat Adam Air di Hang Nadin Batam. Tentu kita belum lupa kasus hilangnya pesawat Adam Air di Perairan Majene, terpatahnya bagian pesawat Adam Air, dll. Memang cukup meresahkan melihat begitu banyaknya kasus kecelakaan yang dihadapi operator penerbangan. Bahkan maskapai sekelas Garuda pun mengalami berbagai kecelakaan yang cukup serius. Kalau begini rasanya memang pantas Uni Eropa masih memberlakukan larangan terbang bagi maskapai penerbangan Indonesia untuk terbang di wilayah Uni Eropa. Tak cukup hanya permintaan politik yang dilakukan Presiden SBY kepada Presiden Komisi Uni Eropa beberapa waktu lalu.

Read more
Life after HI (2)
March 8, 2008 by verdinand
Filed under Life after HI
Verdinand Siahaan*
Di salah satu forum HI di kaskus, saya terhenyak ketika membaca sebuah opini dari seorang kaskuser mengenai masa depan mahasiswa HI. Berikut petikannya:
-
“…HI UI cukup teoritis, dan saya belum melihat contoh HI yang aplikatif/practical untuk dunia kerja. Yang ada menurut saya hanyalah anak2 HI yang mengikuti mindset anak2 ekonomi dan masyarakat umum Indonesia untuk kerja di dunia swasta. Pengembangan ilmu HI di Indonesia tidak diarahkan untuk dunia kerja, saya pikir ini cukup jelas. yang ga jelas adalah mahasiswa2nya yang tidak komit untuk dunia keilmiahan HI, dan masuk dunia kerja praktek. Jadi sebenarnya yang tanggung itu siapa? HI-nya, kurikulumnya? atau peserta didiknya? Atau anda menganggap yang namanya prospek kerja anak HI itu selalu bersifat praktek? nggak ada hubungannya ama pengembangan teori2 HI?”

