Arah Baru Isu Perdamaian
October 22, 2007 by verdinand
Filed under GREENblogger, perang damai
Wahyu Setyawan*
Perubahan logika.
Sekiranya terminologi tersebut cukup pantas untuk menggambarkan tentang apa yang terjadi di ajang raihan Nobel Perdamaian 2007 yang baru saja berlangsung.
Mengapa demikian? Dikatakan sebagai perubahan logika mengingat yang memenangkan Nobel Perdamaian tersebut adalah Albert Arnold Gore atau yang lebih populer dengan sebutan Al Gore dan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), yang selama ini dikenal bergerak dalam isu pemanasan global dan perubahan iklim. Kontroversi pun berkembang seiring dengan jatuhnya penghargaan tersebut ke ranah yang selama ini dianggap sebagai isu “kelas dua” dan berada diluar aras kajian perdamaian. Read more
Resensi Novel: Desing Kalbu
October 15, 2007 by verdinand
Filed under book review
Bagaimana rasanya membaca novel yang ngomongin HI? Akankah menjadi membosankan seperti melihat portalHI? Pasti status ‘FreakHI’ akan menempel buat yang membaca novel ini. Namun benarkah demikian? Novel karya Musa Maliki, Desing Kalbu membalikkan semua anggapan di atas. HI juga bisa dibuat asik dan seru, apalagi ada bumbu romatisme cintanya. Ngomongin HI bisa menjadi lucu dan menyenangkan, bahkan kadang-kadang menjorok ke pornografi. Ya, itulah Desing Kalbu. Dalam resensi ini, penulis berusaha menggali secara singkat cerita dalam novel ini, kemudian membahas sisi positif dan negatif dari novel ini dan terakhir memberikan penilaian dalam skala 1-5. Read more
Memilih Demokrasi untuk Indonesia
Pandu Utama Manggala*
“Supaya tercapai suatu masyarakat yang berdasarkan keadilan dan kebenaran, haruslah rakyat insyaf akan haknya dan harga dirinya. Kemudian haruslah ia berhak menentukan nasibnya sendiri perihal bagaimana ia mesti hidup dan bergaul”
-Mohammad Hatta-
Diskursus demokrasi di Indonesia tak dapat dipungkiri, telah melewati perjalanan sejarah yang demikian panjangnya. Berbagai ide dan cara telah coba dilontarkan dan dilakukan guna memenuhi tuntutan demokratisasi di negara kepulauan ini. Usaha untuk memenuhi tuntutan mewujudkan pemerintahan yang demokratis tersebut misalnya dapat dilihat dari hadirnya rumusan model demokrasi Indonesia di dua zaman pemerintahan Indonesia, yakni Orde Lama dan Orde Baru. Di zaman pemerintahan Soekarno dikenal yang dinamakan model Demokrasi Terpimpin, lalu berikutnya di zaman pemerintahan Soeharto model demokrasi yang dijalankan adalah model Demokrasi Pancasila. Namun, alih-alih mempunyai suatu pemerintahan yang demokratis, model demokrasi yang ditawarkan di dua rezim awal pemerintahan Indonesia tersebut malah memunculkan pemerintahan yang otoritarian, yang membelenggu kebebasan politik warganya. Read more
Mencari yang Hilang dari Politik Luar Negeri Indonesia
Pandu Utama Manggala*
Sikap Indonesia di DK PBB yang menyetujui rancangan Resolusi 1747, tak pelak lagi telah menimbulkan berbagai tekanan dari dalam negeri. Mulai dari kalangan akademisi, mahasiswa, organisasi masyarakat, sampai DPR yang mengajukan hak interpelasi sontan lalu mengecam sikap Indonesia tersebut. Wacana yang beredar adalah Indonesia dianggap tunduk terhadap genealogi kekuasaan Barat dan tidak bisa memposisikan dirinya sebagai negara Islam Moderat.
Akan tetapi, tepatkah apa yang dikecam oleh sebagian masyarakat Indonesia tersebut?ataukah kecaman tersebut hanya menandakan bahwa kita telah masuk ke dalam permainan yang dibuat Amerika Serikat dan Negara Barat lainnya secara tidak sadar? Tulisan ini akan menguraikan lebih lanjut mengenai identitas Islam Moderat Indonesia dalam Politik Luar Negerinya serta berusaha mencari yang hilang dalam pelaksanaannya. Read more

