<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>portalHI</title>
	<atom:link href="http://portalhi.web.id/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://portalhi.web.id</link>
	<description>Just another WordPress weblog</description>
	<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 00:21:58 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Komisi HAM ASEAN dan Diplomasi Indonesia</title>
		<link>http://portalhi.web.id/?p=280</link>
		<comments>http://portalhi.web.id/?p=280#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 00:21:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>verdinand</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[diplomacy]]></category>

		<category><![CDATA[headlines]]></category>

		<category><![CDATA[non-konvensional]]></category>

		<category><![CDATA[aichr]]></category>

		<category><![CDATA[ASEAN]]></category>

		<category><![CDATA[komisi ham asean]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://portalhi.web.id/?p=280</guid>
		<description><![CDATA[Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) mencatat sejarah baru dengan ditandatanganinya Terms of Reference (ToR)  ASEAN Intergovermental Commission on Human Rights (Komisi HAM ASEAN) sebagai hasil penyelenggaraan KTT ke-15 ASEAN yang berlangsung di Hua Hin, Thailand. Komisi  HAM ASEAN diharapkan menjadi ujung tombak baru promosi dan perlindungan HAM di ASEAN.
Terdapat dua sisi yang menarik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) mencatat sejarah baru dengan ditandatanganinya Terms of Reference (ToR)  ASEAN Intergovermental Commission on Human Rights (Komisi HAM ASEAN) sebagai hasil penyelenggaraan KTT ke-15 ASEAN yang berlangsung di Hua Hin, Thailand. Komisi  HAM ASEAN diharapkan menjadi ujung tombak baru promosi dan perlindungan HAM di ASEAN.</p>
<p>Terdapat dua sisi yang menarik untuk dicermati dilihat dari perspektif ASEAN dan kepentingan Indonesia. Ditinjau dari perspektif ASEAN, pembentukan Komisi  HAM ASEAN merupakan sebuah langkah maju dalam penguatan nilai-nilai HAM di ASEAN dan memberikan peluang yang lebih besar akan perbaikan implementasi dan penegakan HAM di ASEAN. Sedangkan dilihat dari kepentingan Indonesia, Komisi HAM ASEAN dapat menjadi salah satu instrumen penguatan peran diplomasi Indonesia berbasis kekuatan norma (<em>normative power</em>) di kawasan Asia Tenggara.</p>
<p>Meskipun dengan kewenangan yang terbatas, Komisi  HAM ASEAN  memberikan harapan baru baik bagi promosi nilai HAM maupun penyelesaian konflik HAM di ASEAN. Terdapat tiga capaian yang dapat dihasilkan oleh komisi  baru ini yaitu pertama, penguatan peran masyarakat sipil sebagai jalur diplomasi baru dalam isu HAM. Kedua, pendekatan dialog oleh Komisi HAM ASEAN dalam promosi dan penyelesaian isu HAM dan terakhir, penguatan gradual fungsi, wewenang dan mandat Komisi  HAM ASEAN.  </p>
<p>Komisi  HAM ASEAN terdiri atas wakil-wakil negara anggota ASEAN yang ditunjuk dari kelompok masyarakat madani dan organisasi HAM. Pembentukan Komisi  HAM ASEAN merupakan penerjemahan <em>multi-track diplomacy</em> oleh negara anggota ASEAN dalam isu HAM. Dalam beberapa kasus pelanggaran HAM di kawasan misalnya, ASEAN terlihat begitu lemah karena diplomasi yang dijalankan negara-negara ASEAN – <em>first-track diplomacy</em> – begitu terbatas mengingat prinsip non-intervensi yang berlaku di kawasan. Kehadiran komisi ini diharapkan menjadi terobosan baru karena jaringan masyarakat sipil yang selama ini termarjinalkan dapat dioptimalisasi menjadi jalur diplomasi memajukan perkembangan HAM di ASEAN. </p>
<p>Komisi  HAM ASEAN memiliki kewenangan untuk berkonsultasi dan berdialog dengan badan HAM di negara anggota ASEAN, badan HAM kawasan lain atau bahkan Dewan HAM PBB. Sudah terbukti bahwa dalam beberapa kasus, pendekatan berbasis kritik dan pemaksaan tidak efektif dalam penyelesaian isu HAM. Dalam kasus pelanggaran HAM di Myanmar, contohnya, Amerika Serikat dan negara anggota Uni Eropa beramai-ramai menjatuhkan sanksi terhadap Myanmar. Namun sampai saat ini, efektifitas kebijakan sanksi tersebut masih diragukan. Mengutip pernyataan wakil Indonesia dalam Komisi Hak Asasi Manusia ASEAN, Rafendi Djamin, di <em>Tempointeraktif.com</em> (23 Oktober 2009), bahwa dialog antara pemimpin ASEAN dengan wakil masyarakat sipil adalah tradisi baru yang harus diberi apresiasi.  Oleh karena itu, promosi dan penyelesaian masalah HAM di ASEAN diharapkan akan jauh lebih efektif dengan pendekatan dialog yang dilakukan oleh Komisi HAM ASEAN. </p>
<p>Komisi  HAM ASEAN tentu masih memiliki banyak keterbatasan baik dalam segi fungsi, mandat  maupun kesekretariatan seperti yang disuarakan oleh para penggiat HAM selama ini. Namun hal tersebut tidak menutup fakta bahwa Komisi  HAM ASEAN memiliki modal awal yang cukup untuk tumbuh menjadi sebuah badan HAM kawasan yang penting di masa depan. Uni Eropa yang dikenal sebagai organisasi kawasan dengan tingkat proteksi HAM yang sangat tinggi ini pun melalui proses perkembangan yang sangat panjang. Oleh karena itu Indonesia harus mengambil peluang ini dengan memimpin transformasi Komisi HAM ASEAN menjadi sebuah badan HAM yang diperhitungkan di dunia internasional.</p>
<p>Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah bagaimana Indonesia memainkan perannya melalui Komisi HAM ASEAN ini. Di tengah kawasan yang memiliki keragaman politik hak asasi manusia yang kompleks, tentu bukan sesuatu yang mudah memperjuangkan Komisi  HAM ASEAN sebagai institusi yang solid dan efektif dalam penyelesaian isu HAM. Diperlukan strategi yang tepat agar peran Komisi HAM ASEAN dapat semakin menguat di  ASEAN dan diterima oleh negara anggota ASEAN.</p>
<p>Salah satu caranya adalah dengan menggunakan kekuatan norma. Menurut Ian Manner (2005), kekuatan norma adalah kekuatan yang berasal dan bekerja dari sebuah ide, gagasan, nilai dan norma yang dimiliki sebuah aktor internasional.  Aspek utama yang terkandung dari kekuatan norma ini adalah penekanan kepada kekuatan dari nilai dan norma untuk mempengaruhi sikap dari negara lain. Berbekal reputasi penyelesaian konflik Aceh dan  kasus pelanggaran HAM di Timor Leste, Indonesia seharusnya mampu memanfaatkan potensi kekuatan norma  dengan memproyeksikan pengalamannya ke kancah internasional, dan dalam hal ini adalah ASEAN. </p>
<p>Diplomasi Indonesia harus diarahkan untuk mempertahankan komitmen negara anggota ASEAN menjadikan hak asasi manusia sebagai norma dan nilai bersama ASEAN (<em>common values</em>) sebagaimana tercantum dalam Piagam ASEAN.  Komitmen tersebut harus disertai dengan dukungan nyata dari negara anggota ASEAN bagi eksistensi dan kemajuan Komisi HAM ASEAN.   Tantangan riil yang harus dijawab sesegera mungkin adalah Pemilu Myanmar yang akan dilaksanakan pada tahun 2010  tanpa keikutsertaan tokoh demokrasi Myanmar Aung San Suu Kyi. Menjadi harapan masyarakat ASEAN agar Komisi  HAM ASEAN menjadi sebuah solusi efektif bagi masalah-masalah HAM yang selama ini melemahkan peran dan citra ASEAN di kancah internasional.</p>
<p>Verdinand Robertua</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://portalhi.web.id/?feed=rss2&amp;p=280</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Are sanctions toward Myanmar effective?</title>
		<link>http://portalhi.web.id/?p=274</link>
		<comments>http://portalhi.web.id/?p=274#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 10:42:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>verdinand</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[diplomacy]]></category>

		<category><![CDATA[headlines]]></category>

		<category><![CDATA[non-konvensional]]></category>

		<category><![CDATA[human rights politics]]></category>

		<category><![CDATA[myanmar]]></category>

		<category><![CDATA[roger mitton]]></category>

		<category><![CDATA[sanction]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://portalhi.web.id/?p=274</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta Globe (April 11 2009) posted an analysis written by Roger Mitton entitled “Extending Sanctions Will Help No One; It’s Now Time to Try a Different Track”. The article is so long that might disinterest reader to read it. It’s surprising to know that the article is fully related to my thesis core problem on [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta Globe (April 11 2009) posted an analysis written by Roger Mitton entitled “Extending Sanctions Will Help No One; It’s Now Time to Try a Different Track”. The article is so long that might disinterest reader to read it. It’s surprising to know that the article is fully related to my thesis core problem on how to tackle human rights issue in Myanmar.  I and my other fellow argue that economic sanctions will change the junta ruling and my gangster opposition against economic sanctions and support economic cooperation instead.<span id="more-274"></span></p>
<p>Everybody is agreeing that junta government has done gross human right violation. The question is how to change the junta behavior on human rights issue? Harsh economic sanctions are my thesis answer. In this globally interconnected relation, no single country can survive theirselves by depending on their self including Myanmar. The most successful case of economic embargo is South Africa. After Mandela published the human rights violation stories to the world, US and major European countries gave total embargo to South Africa government which caused severe impact to South Africa. With embargo, Mandela successfully toppled down the apartheid government.</p>
<p>Now a question might arise in your mind: does economic embargo gain success in Myanmar? Roger Mitton says no. After more than decades EU and US gave sanctions to Myanmar, no significant changes happenned in Myanmar and it’s even worse. It’s now the time to try a different track which is opening economic opportunities and economic trade. Under new US government, it is more likely that there will be new approach toward Myanmar. Mitton believe that by increasing interdependence with Myanmar, US and major European countries will gain more bargaining power on human rights issue in Myanmar. China and India has successfully established its economic relation with Myanmar by becoming its major trading partner. But it’s still not too late to change Myanmar. Together we can!</p>
<p>Verdinand Robertua</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://portalhi.web.id/?feed=rss2&amp;p=274</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Hubungan Masyarakat vs Hubungan Internasional?</title>
		<link>http://portalhi.web.id/?p=255</link>
		<comments>http://portalhi.web.id/?p=255#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Jul 2009 05:57:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>verdinand</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Life after HI]]></category>

		<category><![CDATA[bloggerHI]]></category>

		<category><![CDATA[headlines]]></category>

		<category><![CDATA[ilmu hubungan internasional]]></category>

		<category><![CDATA[ilmu hubungan masyarakat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://portalhi.web.id/?p=255</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan berawal dari kegusaran saya sebagai seorang alumnus HI yang bekerja di salah satu firma konsultasi hubungan masyarakat. Saya amat tertarik untuk mencari hubungan nyata antara pekerjaan saya dengan dunia ilmu hubungan internasional yang telah saya geluti sejak kurang lebih empat tahun yang lalu. Saya belum pernah mempelajari hal ini sebelumya, namun saya punya dua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan berawal dari kegusaran saya sebagai seorang alumnus HI yang bekerja di salah satu firma konsultasi hubungan masyarakat. Saya amat tertarik untuk mencari hubungan nyata antara pekerjaan saya dengan dunia ilmu hubungan internasional yang telah saya geluti sejak kurang lebih empat tahun yang lalu. Saya belum pernah mempelajari hal ini sebelumya, namun saya punya dua jawaban sementara, yaitu:</p>
<p>1. <em>Public affairs</em><br />
Inilah persinggunggan paling nyata antara pekerjaan saya dengan latar belakang ilmu saya. Keterkaitan antara korporasi, negara dan sistem internasional tentu bukan hal yang asing lagi bagi Anda dan komunitas hubungan internasional. Mata kuliah sistem perdagangan internasional, sistem ekonomi moneter internasional, hukum internasional atau kajian-kajian kawasan dapat membantu kita memecahkan masalah-masalah yang selama ini dihadapi oleh banyak korporasi dan badan publik. Tidak heran karenanya, lulusan HI juga banyak dibutuhkan oleh institusi non-negara karena relevansi ilmu hubungan internasional terhadap kepentingan institusi tersebut. Sebagai catatan Anda, di kantor saat ini saya bekerja, ada lebih dari empat konsultan aktif yang berlatar belakang ilmu hubungan internasional. </p>
<p>2. Hubungan Internasional/Masyarakat<br />
Saya pernah bertanya kepada kolega saya, juga seorang alumnus HI, yang bekerja di divisi hubungan masyarakat di salah perusahaan perangkat lunak terkemuka dunia. Dia berkata kepada saya bahwa bahwa esensi hubungan internasional sebenarnya sama dengan ilmu hubungan masyarakat yaitu teknik/seni berhubungan antar aktor. Hanya selama ini ilmu hubungan internasional berfokus kepada aktor negara/non-negara sedangkan ilmu hubungan masyarakat lebih berfokus kepada individu dan korporasi.  </p>
<p>Saya belum membaca satu tulisan yang menggali lebih dalam mengenai persinggungan antara ilmu hubungan masyarakat dan hubungan internasional. Tetapi dari penelitian singkat saya, dapat disimpulkan bahwa ilmu hubungan masyarakat dan ilmu hubungan internasional memiliki karakteristiknya masing-masing yang dapat saling melengkapi satu sama lain. Sehingga dibutuhkan penjabaran lebih detail melalui kajian literatur atau pembahasan kasus-kasus lintas-disiplin yang pernah terjadi di Indonesia.</p>
<p>Sebagai penutup, saya ingin mengatakan bahwa sangat menarik untuk meneliti dan mengeksplorasi keterkaitan antara ilmu hubungan internasional dan ilmu hubungan masyarakat. Ilmu hubungan masyarakat di satu sisi, sudah sangat berkembang lengkap dengan beragam kajian praktisnya sedangkan ilmu hubungan internasional sangat kaya akan literatur filosofinya. Bukan tidak mungkin akan banyak mahasiswa Hubungan Internasional yang mendalami ilmu hubungan masyarakat atau sebaliknya. </p>
<p>Satu hal yang pasti, apabila memang Anda seorang penggiat hubungan internasional dan tertarik untuk masuk ke dalam dunia hubungan masyarakat, maka Anda dapat menjadi salah satu kompetitor yang kuat dari pesaing-pesaing lainnya. </p>
<p>Salam perjuangan!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://portalhi.web.id/?feed=rss2&amp;p=255</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Fallen Air Force</title>
		<link>http://portalhi.web.id/?p=234</link>
		<comments>http://portalhi.web.id/?p=234#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Jun 2009 10:03:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>verdinand</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[headlines]]></category>

		<category><![CDATA[perang damai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://portalhi.web.id/?p=234</guid>
		<description><![CDATA[June 12, 2009: A 30-year-old Puma H-3306 helicopter crashed in at the Air Force&#8217;s Atang Sendjaja air base in Bogor, killing four and injuring three.
June 8, 2009: Another helicopter crash in West Java killed three
May 20, 2009: C-130 Hercules plane accident in East Java killed more than 100 soldiers and civilians, including villagers on the [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>June 12, 2009: A 30-year-old Puma H-3306 helicopter crashed in at the Air Force&#8217;s Atang Sendjaja air base in Bogor, killing four and injuring three.<br />
June 8, 2009: Another helicopter crash in West Java killed three<br />
May 20, 2009: C-130 Hercules plane accident in East Java killed more than 100 soldiers and civilians, including villagers on the ground.<br />
&#8230; (You can continue the story)</p>
<p>The purpose of this article is not to investigate the cause of these aircraft accidents. But as international relation and defense scholar, what we need to answer is whether global politics contributed to our poorly armed Indonesian military.</p>
<p>Some parties blame the government who allocate fewer budgets for our underfunded army. The approved Rp 36.39 trillion of 2008 army budgets is a far cry of the minimum Rp 100 trillion the Defense Ministry had demanded to modernize Indonesia&#8217;s armory. &#8220;Ideally, the maintenance cost should be 20 to 25 percent of the overall military budget, but at present it is less than 10 percent,&#8221; Indonesian Defense Minister Juwono Sudarsono told to <em>The Jakarta Post </em>(May 22, 2009). </p>
<p>Yes, we agree that budget is a big problem for our army. But there is other influential factor that we need to highlight. Indonesia&#8217;s Air Force has been long handicapped by a US ban on weapons sales. Pak Bantarto Bandoro once has asked the availability of spare parts and pilot training which only we can obtain in US. Until to date, Indonesian army is still heavily dependent on US. The tragedy could possibly have been prevented if there were a US aid to upgrade obsolete components.</p>
<p>So, what we can see here that budget is not the only factor of the tragedy. There are some other factors, technical and political that cause this crash. I believe, as the defense specialist, you can add up more factors here. But I can assure that all of us didn&#8217;t want any aircraft accidents in the future anymore. On my highest appreciation, we send condolences to victim of the series of Indonesian aircraft accidents.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://portalhi.web.id/?feed=rss2&amp;p=234</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>My Whereabouts</title>
		<link>http://portalhi.web.id/?p=235</link>
		<comments>http://portalhi.web.id/?p=235#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Jun 2009 15:03:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>verdinand</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[bloggerHI]]></category>

		<category><![CDATA[headlines]]></category>

		<category><![CDATA[personal things]]></category>

		<category><![CDATA[Asrudin Center]]></category>

		<category><![CDATA[IndoPacific Edelman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://portalhi.web.id/?p=235</guid>
		<description><![CDATA[Dear my beloved bloggerHI,
 I found an interesting article titled “Senja Kala Blogging di Indonesia”, written by Tutu Nugraha Dewanto, an online PR consultant regarding decreased blogging activities in Indonesia.  He stated that Indonesian netter now choose to have fun with his Facebook/Twitter account rather than to update their blogs. As the impact of [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dear my beloved <a href="http://portalhi.web.id/?p=76">bloggerHI</a>,</p>
<p> I found an interesting article titled <a href="http://www.virtual.co.id/blog/cyberpr/senja-kala-blogging-di-indonesia/">“Senja Kala Blogging di Indonesia”</a>, written by Tutu Nugraha Dewanto, an online PR consultant regarding decreased blogging activities in Indonesia.  He stated that Indonesian netter now choose to have fun with his <a href="http://facebook.com">Facebook</a>/<a href="http://twitter.com">Twitter </a>account rather than to update their blogs. As the impact of this new trend, he added that many blogs now was being ignored and unupdated. It reminds me to portalHI, indeed. </p>
<p>Through YM and Facebook, I got tones of protest why portalHI hadn&#8217;t new article for a long time. Actually I&#8217;m trying to update portalHI but it&#8217;s really difficult to manage my time effectively and efficiently. The transition from collegiate life to working professional is my big problem. Currently I&#8217;m working in a  independent global PR firm <a href="http://indopacedelman.com">IndoPacific Edelman</a> as account executive in Public Affairs division.  But now I have updated portalHI and continue this further.</p>
<p>Please rest assures that I&#8217;m still belongs to bloggerHI. I do love writing, discussing IR issues with you and blogwalking. Apology for not updating this blog for a long time. Congratulation for <a href="http://asrudincenter.wordpress.com">Bung Asrudin</a> with your new book. Bung, I’m still waiting for your free book (Smile). In conclusion, I believe that the increasing popularity of Facebook and other social network will not make our bloggerHI die down. It&#8217;s our chance to prove that blogging for IR scholar is an habit, an established practice.</p>
<p>Looking forward to your reply.</p>
<p>Best,</p>
<p>Verdinand</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://portalhi.web.id/?feed=rss2&amp;p=235</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Wordcamp Indonesia 2009</title>
		<link>http://portalhi.web.id/?p=217</link>
		<comments>http://portalhi.web.id/?p=217#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Jan 2009 09:33:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>verdinand</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[bloggerHI]]></category>

		<category><![CDATA[headlines]]></category>

		<category><![CDATA[wordcamp]]></category>

		<category><![CDATA[wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://portalhi.web.id/?p=217</guid>
		<description><![CDATA[Wordcamp adalah pertemuan akbar para penggemar dan pengembang Wordpress, open-source blog engine yang sudah digunakan lebih dari 55 juta pengguna di dunia. Ibaratnya konferensi dalam organisasi internasional, Wordcamp akan dipenuhi oleh berbagai pakar dan ahli yang menekuni pengembangan Wordpress. Ada yang bergerak dalam pengembangan themes, plugins, peningkatan trafik atau sistem operasi Wordpress itu sendiri. Wordcamp [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Wordcamp adalah pertemuan akbar para penggemar dan pengembang Wordpress, open-source blog engine yang sudah digunakan lebih dari 55 juta pengguna di dunia. Ibaratnya konferensi dalam organisasi internasional, Wordcamp akan dipenuhi oleh berbagai pakar dan ahli yang menekuni pengembangan Wordpress. Ada yang bergerak dalam pengembangan themes, plugins, peningkatan trafik atau sistem operasi Wordpress itu sendiri. Wordcamp sendiri sudah diselenggarakan di berbagai negara tetapi Wordcamp terbesar yang pernah diselenggarakan adalah <a href="http://2008.sf.wordcamp.org/">Wordcamp San Fransisco</a>. Khusus untuk Asia Tenggara, baru <a href="http://wordcamp.kapook.com/">Thailand</a> dan <a href="http://philippines.wordcamp.org/">Filipina</a> yang menyelenggarakan Wordcamp. Kini saatnya untuk Indonesia!<span id="more-217"></span></p>
<p><a href="http://www.wordcampindonesia.com/">Wordcamp Indonesia</a> akan dilaksanakan pada tanggal 17-18 Januari 2009 di Hotel Sahid dengan biaya pendaftaran IDR 400.000. <a href="http://ma.tt">Matt Mullenweg</a>, pendiri Wordpress dijadwalkan akan hadir dan menjadi pembicara utama dalam acara tersebut. Tema dari kegiatan ini sendiri adalah: &#8220;Learn from the best&#8221;. </p>
<p>Sebagai seorang penggemar fanatik Wordpress Indonesia, saya akan menghadiri Indonesia Wordcamp. Saya  sangat menyukai Wordpress karena fitur-fiturnya yang terus di-update, fasilitas komentarnya yang enak dipakai, themes-themes yang sangat indah, operasionalisasinya mudah dan yang paling penting adalah GRATIS. Hanya masalahnya adalah saya kesulitan untuk membayar biaya pendaftarannya. Saat ini saya sedang mencoba memikirkan solusi untuk memecahkan solusi ini. Banyak wordpress enthusiast yang juga mengalami masalah pendanaan. Tak sedikit yang mempertanyakan mengapa sebegitu mahal biaya pendaftaran Wordcamp ini. </p>
<p>Nah, saya menemukan <a href="http://www.wordpressrepublik.com/showthread.php?t=185">kutipan menarik di salah satu forum Wordpress untuk menjawab kegelisahan ini</a>:</p>
<blockquote><p>Questions : <em>Gila! Rp. 400.000? Pestablogger aja turun jadi 50rb&#8230;<br />
EOnya gimana sih nih&#8230; spirit wordcampnya mana?<br />
Kalo begini mah jadinya eksklusif namanya&#8230;<br />
Yang gw tau Wordcamp itu seru karena ke masifannya&#8230;<br />
Dari pada pake hotel, kenapa nggak pake istora aja gitu biar banyakan yang hadir&#8230;<br />
</em><br />
Commitee : <em>&#8220;setiap wordcamp punya konsep dan format yang berbeda. all around the world. ada yang sekedar hanya meetup, gathering, bahkan sampai ke tingkat conference. dan kami lebih milih untuk yg conference-style. sangat sangat sah untuk memilih format, tidak ada batasan, dan tidak ada larangan.</p>
<p>so, ini bukan masalahnya hanya di spirit, tp objective apa yang dikejar di event ini. kami pikir spirit tidak harus digambarkan dgn hanya cara masif &#8230; dan ini juga memang bukan untuk ngejar banyak2an. sampai seribu misalnya. karena kami ga yakin, panel discussion or technical session, bisa dengan mudah dicerna dengan ratusan orang yang berjubel, dan kasak kusuk. sebisa mungkin, setiap orang bisa saling berinteraksi. dengan segede istora, dan free, acaranya paling hanya Meet and Greet with Matt Mullenweg, ga lebih hehe. suasana jd rame dan riuh hanya untuk sekedar ngeliat Matt ada di stage &#8230;<br />
(lagian takut mas ngadain di istora, ntar salah salah dikirain partai wordcamp lagi hehe)</p>
<p>so, buat kami, plannya out of the box.</p>
<p>come on &#8230; even ini juga bukan hanya tentang blog. dan yang pasti ini beda, dan ini BUKAN Pesta Blogger. sangat sangat beda. sayang juga kalo harus membandingkannya satu sama lain. apalagi sampai harus membandingkan harga, tempat penyelenggaraan, dan format acara.</p>
<p>wordcamp for developers, users, themers, designers, marketers, writers, and all enthusiasts &#8230; bahkan untuk (jazz) musicians sekalipun</em>.</p></blockquote>
<p>Saya sendiri setuju dengan pendapat ini namun panitia harus benar-benar mempertanggungjawabkan biaya pendaftaran tersebut. Maksudnya, apa yang didapat oleh peserta harus lebih besar dari uang yang dibayarkan oleh peserta. Tempatnya harus mewah, pembicaranya harus bagus, souvenirnya harus banyak dan yang paling penting: makanannya harus wueenakk *hehee*. Jadi Wordcamp Indonesia 2009 ini harus lebih meriah, lebih spesial dan lebih bermanfaat dari Wordcamp-wordcamp di negara lain. Maju terus blogger Indonesia!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://portalhi.web.id/?feed=rss2&amp;p=217</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Happy New Year?</title>
		<link>http://portalhi.web.id/?p=196</link>
		<comments>http://portalhi.web.id/?p=196#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 31 Dec 2008 06:06:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>verdinand</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[headlines]]></category>

		<category><![CDATA[perang damai]]></category>

		<category><![CDATA[conflict]]></category>

		<category><![CDATA[israel]]></category>

		<category><![CDATA[new year]]></category>

		<category><![CDATA[palestine]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://portalhi.web.id/?p=196</guid>
		<description><![CDATA[Sebenarnya tidak tepat untuk mengatakan Happy New Year. Persis di ujung tahun ini kita justru dihadapkan kepada kesedihan dan ke-putus-asa-an. Sangat sedih mendengarkan berita sedikitnya 380 warga Palestina tewas ditembak F16 Israel di Jalur Gaza. Sikap putus asa mencuat ketika membaca koran yang penuh dengan berita PHK besar-besaran di berbagai negara termasuk Indonesia. Lantas dimana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenarnya tidak tepat untuk mengatakan Happy New Year. Persis di ujung tahun ini kita justru dihadapkan kepada kesedihan dan ke-putus-asa-an. Sangat sedih mendengarkan berita sedikitnya 380 warga Palestina tewas ditembak F16 Israel di Jalur Gaza. Sikap putus asa mencuat ketika membaca koran yang penuh dengan berita PHK besar-besaran di berbagai negara termasuk Indonesia. Lantas dimana kata &#8220;happy&#8221;-nya ketika tangisan ibu dan anak-anak memenuhi dinding-dinding bangunan di Jalur Gaza? Apa yang harus dilakukan untuk menghadapi kondisi ekonomi yang menjadi sangat sulit seperti sekarang ini?</p>
<p><span id="more-196"></span></p>
<p>Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi pada tahun 2009. Tapi yang pasti keserakahan, ke-egois-an, individualisme dan materialisme tidak akan terlepas dari kehidupan kita. Dan serangan berdarah Israel ini bisa menjadi pertanda kesombongan manusia yang tanpa batas. Memiliki kekuatan militer yang besar, sekutu-sekutu yang loyal, dan status sebagai &#8220;manusia pilihan&#8221; membuat rejim Israel melancarkan serangan secara membabi-buta tanpa menghiraukan ratusan nyawa manusia yang bisa menjadi korban. Israel memang kejam! Tak salah  apabila saya mengatakan Israel sebagai salah satu negara paling tidak beradab di muka Bumi ini setelah Amerika Serikat.</p>
<p>Loh kenapa Amerika Serikat? Bukankah yang menyerang Palestina itu Israel dan bukan AS? Ya, AS tidak menyerang Palestina tetapi membantu Israel menyerang Palestina. Sampai saat ini AS memberikan bantuan persenjataan kepada Israel. F16 yang dipakai Israel menyerang Palestina asli buatan AS. Bagaimana dengan Barrack Obama, presiden baru AS yang diharapkan dunia membawa perubahan kebijakan luar negeri AS? Ketika semua negara sibuk mengecam tindakan Israel ini, Obama masih asik dengan liburannya di Hawaii bersama keluarga tercintanya. Jangan tanyakan masalah ini kepada Obama karena ia sedang menikmati keindahan pantai Waikiki ditambah tarian Hula-Hula.</p>
<p>Saya tidak melarang kita bersenang-senang merayakan tahun baru ini. Banyak kisah dan cerita manis yang terjadi pada tahun 2008 yang patut untuk dikenang. Tetapi kita harus mengingat banyak orang yang sedang membutuhkan pertolongan kita. Warga Jalur Gaza yang sedang dirinding ketakutan, tetangga kita yang terancam/sudah di-PHK, petani Karawang yang kesusahan pupuk bersubsidi atau ibu-ibu kita yang mengeluhkan kelangkaan LPG. Semoga di tahun depan bangsa Indonesia masih bisa menunjukkan solidaritas moral,  kesetiakawanan dan peradaban yang luhur. Amin.</p>
<p>Berita-Berita terkait:<br />
<a href="http://putraditama.com/?p=291">Andika Putraditama: On Israel and Gaza Operation</a><br />
<a href="http://www.iht.com/articles/ap/2008/12/30/news/ML-Dubai-Gaza-New-Year.php">Dubai cancels New Year&#8217;s festivities for Gaza</a><br />
<a href="http://www.thejakartapost.com/news/2008/12/31/israeli-strikes-will-only-fuel-radicalism-faith-groups.html"> Israeli strikes will only fuel radicalism: Faith groups</a><br />
<a href="http://portalhi.web.id/?p=115">O Drama of Obama</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://portalhi.web.id/?feed=rss2&amp;p=196</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Bush dilempar sepatu :)</title>
		<link>http://portalhi.web.id/?p=159</link>
		<comments>http://portalhi.web.id/?p=159#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Dec 2008 12:13:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>verdinand</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[headlines]]></category>

		<category><![CDATA[non-konvensional]]></category>

		<category><![CDATA[bush shoe attack]]></category>

		<category><![CDATA[iraq]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://portalhi.web.id/?p=151</guid>
		<description><![CDATA[Awalnya biasa-biasa saja mendengar Bush dilempar sepatu dari salah satu stasiun berita elektronik, tetapi melihat videonya di Liputan 6 membuat saya kaget dan heran. Kaget karena baru kali ini saya melihat seorang presiden dilempar sepatu ke wajahnya. Dua kali pula. Saya tidak sedih dengan kejadian tersebut. Bush bukan presiden Indonesia. Apalagi tokoh idola saya. Lemparan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Awalnya biasa-biasa saja mendengar Bush dilempar sepatu dari salah satu stasiun berita elektronik, tetapi melihat videonya di Liputan 6 membuat saya kaget dan heran. Kaget karena baru kali ini saya melihat seorang presiden dilempar sepatu ke wajahnya. Dua kali pula. Saya tidak sedih dengan kejadian tersebut. Bush bukan presiden Indonesia. Apalagi tokoh idola saya. Lemparan sepatu ini bisa dimengerti karena kemarahan yang amat dalam oleh masyarakat Irak atas kebijakan perang Irak yang telah dibuatnya. Keheranan saya muncul mengingat presiden AS termasuk presiden yang mendapat pengawalan paling ketat di dunia. Kemana semua agen Secret Service yang terkenal itu?<span id="more-159"></span></p>
<p>Tetapi saya setuju dengan salah satu komentar masyarakat Irak yang ditayangkan di Liputan 6. Melempar sepatu ke muka Bush bukan cara yang bijaksana untuk melampiaskan kemarahan. Emosi harus tetap dijaga, andalkan strategi dan pikiran. Kekerasan selalu melahirkan masalah, bukan mengatasi masalah. Mahatma Gandhi dan Nelson Mandela dinobatkan sebagai tokoh dunia bukan karena rencana perangnya tetapi karena cara damai yang ditempuh. Oleh karena itu, saya mengusulkan kepada yang melempar sepatu itu untuk meminta maaf kepada Bush. Agak sulit untuk dilaksanakan memang, tapi kita harus bisa menunjukkan kedewasaan dan kearifan sikap kita.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://portalhi.web.id/?feed=rss2&amp;p=159</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>bintangmakara.org</title>
		<link>http://portalhi.web.id/?p=149</link>
		<comments>http://portalhi.web.id/?p=149#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Dec 2008 00:24:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>verdinand</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[personal things]]></category>

		<category><![CDATA[bintang makara]]></category>

		<category><![CDATA[cepiar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://portalhi.web.id/?p=149</guid>
		<description><![CDATA[Kini saya punya profesi baru, wp-theme designer. Meskipun masih tergolong newbie, tapi saya tetap semangat memecahkan kode-kode wordpress itu. Lumayan kerjaan buat pengangguran. Kini saya telah menyelesaikan satu buat website sebuah yayasan yang bernama Yayasan Bintang Makara Indonesia. Sebuah yayasan yang bergerak di dunia pendidikan khususnya pendidikan anak-anak kurang mampu. Yayasan ini memiliki sebuah sekolah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kini saya punya profesi baru, wp-theme designer. Meskipun masih tergolong newbie, tapi saya tetap semangat memecahkan kode-kode wordpress itu. Lumayan kerjaan buat pengangguran. Kini saya telah menyelesaikan satu buat website sebuah yayasan yang bernama Yayasan Bintang Makara Indonesia. Sebuah yayasan yang bergerak di dunia pendidikan khususnya pendidikan anak-anak kurang mampu. Yayasan ini memiliki sebuah sekolah di daerah Depok, tepatnya di belakang Stasiun Depok Lama. Saya mengenal yayasan ini dari sahabat saya semasa SMA, Cepiar, yang menjadi kepala sekolah gratis ini. Suatu waktu, ia mengungkapkan keinginannya untuk memiliki sebuah website sekolah sebagai media komunikasi dirinya dengan para donatur dan alumni. Dan kini terciptalah <a href="http://bintangmakara.org">website </a>tersebut.<span id="more-149"></span></p>
<p>Saya sungguh kagum dengan sosok-sosok yang mau mendedikasikan waktunya untuk kegiatan sosial pendidikan. Seringkali kita terlalu sering memikirkan diri pribadi kita sendiri. Bagaimana dengan penelitian-penelitian ini? Apa yang terjadi dengan masa depan saya? Berapa uang yang sudah terkumpul? Pertanyaan-pertanyaan itu terus menggema di kepala kita masing-masing sehingga lupa untuk menjawab pertanyaaan: &#8220;Apa yang sudah saya sumbangkan untuk kehidupan sosial sekitar?&#8221;</p>
<p>Cepiar bukanlah pengangguran seperti saya yang memiliki waktu kosong yang banyak. Dia seorang mahasiswa yang merangkap sebagai pengusaha sebuah properti. Ia sibuk sekali. Tapi saya heran mengapa ia begitu konsisten untuk membagi waktunya bagi sekolah Teknik Informal School (TIS) ini. Namun setelah mengamati gerak-geriknya saya baru tersadar bahwa kegiatan sosial seperti ini memberikan banyak manfaat bagi kita. Selain memenuhi kewajiban sosial kita, kegiatan-kegiatan sosial ini dapat menambah pergaulan kita, merealisasikan ide-ide kita, sampai memperkuat ilmu organisasi dan manajemen.</p>
<p>Semua ini kembali berujung ke diri kita masing-masing. Pasti ada saja hambatan dari luar untuk memberikan waktu kita bagi kehidupan sosial sekitar. Tapi kalau memang kita sudah niat dan fokus, pasti ada jalan untuk mewujudkan keinginan tersebut. Alhasil, dengan kemampuan yang pas-pasan, saya bisa memberikan jasa pembuatan website tanpa biaya sepeserpun. Majulah terus pendidikan Indonesia!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://portalhi.web.id/?feed=rss2&amp;p=149</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ganti Hosting</title>
		<link>http://portalhi.web.id/?p=148</link>
		<comments>http://portalhi.web.id/?p=148#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Nov 2008 02:22:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>verdinand</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[personal things]]></category>

		<category><![CDATA[000webhost]]></category>

		<category><![CDATA[ganti hosting]]></category>

		<category><![CDATA[idwebhost]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://portalhi.web.id/ganti-hosting/</guid>
		<description><![CDATA[Karena menghadapi masalah dana, portalHI akan berpindah hosting dari idWebhost ke 000webhost. Thanks to Mr. Calvin yang sudah merekomendasikan free hosting/hosting gratis ini. Sebagai informasi saja, biaya bulanan yang harus dibayar untuk hosting portalHI ini mencapai Rp. 20.000/bulan *dengan kapasitas 50Mb*. Untuk pembayaran satu tahun saya harus membayar Rp. 240.000. Belum sama biaya domainnya. That [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Karena menghadapi masalah dana, portalHI akan berpindah hosting dari i<a href="http://idwebhost.com">dWebhost</a> ke <a href="http://000webhost.com">000webhost</a>. Thanks to <a href="http://republikbabi.com">Mr. Calvin</a> yang sudah merekomendasikan <strong>free hosting/hosting gratis</strong> ini. Sebagai informasi saja, biaya bulanan yang harus dibayar untuk hosting portalHI ini mencapai Rp. 20.000/bulan *dengan kapasitas 50Mb*. Untuk pembayaran satu tahun saya harus membayar Rp. 240.000. Belum sama biaya domainnya. That is a big amount of money, isn&#8217;t it? Apalagi status pemiliknya saat ini masih pengangguran alias kere, hehee.. Oya, tahun ini saya belum berhasil lolos rekrutmen Deplu. Tahun depan pasti saya coba lagi. Khan sesuai pepatah: &#8220;Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda&#8221;, hee&#8230; Selamat ya buat yang lolos!. See u next year!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://portalhi.web.id/?feed=rss2&amp;p=148</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
