HAM vs Energy Security

November 4, 2008 by verdinand  
Filed under EKO-POL-IN, diplomacy, non-konvensional

(Verdinand Robertua, Editor-in-Chief portalHI)

” Factor-in Energy Security…” Kalimat inilah yang paling saya ingat dari seorang Dr. CPF. Luhulima. Pembimbing skripsi saya ini memang luar biasa dalam mencari solusi permasalahan skripsi saya yang agak ribet. Saya sungguh beruntung mendapatkan seorang pembimbing sekaliber Pak Luhulima. Baiklah, saya akan mencoba membagi hasil skripsi saya yang menjadi konteks kalimat judul di atas. Read more

Bangsa yang “Tahan Banting”

October 6, 2008 by verdinand  
Filed under EKO-POL-IN

(Diambil dari Harian Kompas, edisi Senin, 6 September 2008)

Oleh MYRNA RATNA

Empat puluh tahun lalu, ekonom Swedia yang juga pemenang Nobel, Gunnar Myrdal, menulis karya monumental, Asian Drama: An Inquiry into the Poverty of Nations, yang berisi kajian terhadap negara-negara Asia Selatan dan Tenggara (khususnya India, tetapi juga melebar ke Indonesia dan negara-negara lain). Myrdal menggambarkan, negara-negara di kawasan itu dirundung kemiskinan, dibayangi ledakan penduduk dan perekonomian yang suram. Penyebab kondisi itu, menurut Myrdal, adalah ”keterbelakangan” Asia dalam hal modal, sumber daya, dan tingkat pendidikan. Namun, karakter ”khas” orang Asia juga berperan di situ, seperti disiplin kerja rendah, termasuk disiplin waktu dan ketertiban; kebencian terhadap kerja manual, suka hal- hal irasional, sulit beradaptasi dengan perubahan, kurang berambisi, gampang dieksploitasi, sulit bekerja sama. Read more

Dunia Menanggung Perilaku Boros AS

September 22, 2008 by verdinand  
Filed under EKO-POL-IN

(Diambil dari kompas.com, edisi 15 September 2008)

Saat ini seluruh dunia harus menanggung akibat dari borosnya perekonomian Amerika Serikat. Perilaku boros yang dilakukan pemerintah maupun masyarakat AS telah membuat perekonomian dunia menjadi tidak seimbang. Demikian dikatakan Menteri Keuangan sekaligus Pelaksana Jabatan Menko Perekonomian Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, akhir pekan lalu. ”Pemerintah dan rakyat AS sama-sama boros. Keuangan Pemerintah AS dibiarkan defisit tinggi karena harus membiayai perang dan program jaring pengaman sosialnya, sementara perilaku rakyatnya besar pasak daripada tiang,” ujarnya. Read more

Perdagangan Bebas dan Pembangunan

September 18, 2008 by verdinand  
Filed under EKO-POL-IN, diplomacy, domestik

Syamsul Hadi (Pengajar Departemen Hubungan Internasional dan Kepala Cluster of Global Awareness FISIP UI)

Perundingan maraton dalam Konferensi Tingkat Menteri WTO di Geneva, 21-30 Juli, berakhir tanpa kesepakatan baru dalam perdagangan global. Negosiasi menemui jalan buntu ketika membahas mekanisme perlindungan atas sektor pertanian di negara-negara berkembang terhadap liberalisasi perdagangan yang lebih luas. Read more

Citizen Service

September 9, 2008 by verdinand  
Filed under EKO-POL-IN

(Verdinand R. S.Sos., Editor in Chief portalHI)

Baru saja Sabtu lalu saya mengikuti ujian penerimaan CPNS Deplu di Arena Kemayoran PRJ. Salah satu soalnya tertulis: “Salah satu kewajiban Deplu RI adalah citizen service. Jelaskan pendapat Anda mengenai citizen service ini?”. Kita semua tahu bahwa salah satu kewajiban utama dari Kedutaan dan Konsuler RI adalah melindungi warga negara RI di negara lain. Para diplomat yang terhormat itu dibayar oleh negara untuk menunaikan tugas yang mulia tersebut. Namun apa yang terjadi? Ironis! Saya kaget membaca headline salah satu surat kabar ibukota kemarin yang tertulis “TKW Dihajar di depan Menteri”. Saya jauh lebih kaget lagi kalau penyiksaan itu dilakukan oleh staf Konsulat Jenderal RI di Hongkong. Read more

EU ban: Colonial mindset

August 25, 2008 by verdinand  
Filed under EKO-POL-IN

(Chappy Hakim, Retired Air Chief Marshal Chappy Hakim Former chairman of the National Team for the Evaluation of Transportation Safety and Security)

It is undeniable that Indonesia’s aviation industry is in a bad condition. The accidents which have occurred in the last five years have exceeded acceptable standards. In almost every airline there are deficiencies that are principle in nature. A lack of discipline, lax licensing restrictions, sloppy management and enforcement of rules, poor education and training within the industry, unauthorized tariffs and the non-existence of a “reward/punishment” system have all contributed to this dire situation.

Inevitably, because of its international nature, the Indonesian aviation situation attracted the attention of the rest of the world. The ICAO (International Civil Aviation Organization) downgraded Indonesia’s national aviation level. Meanwhile, Australia, Japan, Saudi Arabia, South Korea and others undertook their own “clarification” and “auditing” of Indonesia’s aviation industry. Read more

Cemburu

August 23, 2008 by verdinand  
Filed under EKO-POL-IN, non-konvensional

(Verdinand Robertua, S.Sos., Editor in Chief portalHI)

Menarik sekali setelah membaca tulisan Evi Fitriani pada Kompas hari ini, (23/8) yang berjudul Olimpiade Beijing dan softpower China. Saya jadi tertarik untuk berpikir apa yang diharapkan oleh China dari Olimpiade yang megah ini. Apakah hanya karena China ingin menunjukkan bahwa China adalah negara yang luar biasa hebat? Atau karena ada tujuan lain yang ingin dicapai China? Read more

Uni Eropa: Super-Special Power?

June 25, 2008 by verdinand  
Filed under EKO-POL-IN, diplomacy

Verdinand, apa keunikan yang dimiliki oleh Uni Eropa? Pertanyaan ini ditanyakan oleh paman saya yang notabene bukan ex-mahasiswa HI, dosen HI apalagi peneliti HI. Pertanyaan ini muncul setelah paman saya itu membaca secara singkat isi skripsi saya yang berkaitan dengan Uni Eropa. Untuk menunjukkan kepiawaian saya dalam kajian Eropa, saya menjawab pertanyaan tersebut secara membabi buta. Anehnya, paman saya justru bingung setelah mendengar jawaban saya. Terang saja, karena jawaban saya tidak dijelaskan secara ringkas, sistematis dan jelas. Mungkin inilah jawaban yang seharusnya: Read more

Stupid Giant

May 13, 2008 by verdinand  
Filed under EKO-POL-IN, diplomacy, non-konvensional

Myanmar is crying. Cyclone Nargis has killed thousands of Myanmar people. 60.000 peoples are dead or missing. Millions of people were homeless and without food and water. The destruction is worse than tsunami that struck Aceh in 2004. The cyclone which struck Burma is the worst natural disaster the country has experienced in modern times.

Immediately, foreign aid is flying to Myanmar. Volunteers and experts are ready for Myanmar. However, junta blocked the aid. Aid agencies were still awaiting permissions to enter Myanmar. Junta is facing xenophobia toward foreign aid. Junta is very cautious toward foreigner since they want to hold national referendum. Generals are so fearful that this aid will be instrument for US to damage their campaign. As we know, US and many advanced countries hate junta for the reason of human rights and democracy.

Is this a new ultra-nationalism? No, I think this is a new stupidity. Why? First, Myanmar people are badly needs help. Meanwhile, foreign aid is vital since Myanmar face food crisis. Shops are closed. Farming is stopped. Second is about the referendum. I’m a human right activist. I do promote democracy and human rights. But in this case, we can put democracy and human rights in the second agenda. Reconstruction and aid should be the first priority. US and EU, focal player of human rights, recommend postponing the referendum. Then, why the government insists on doing referendum? Why junta is very scared toward the foreigner? Is this wariness related to referendum? Read more

Tamatlah Kisah Adam Air

March 17, 2008 by verdinand  
Filed under EKO-POL-IN

Verdinand Siahaan*

Hari ini (17/3) berbagai media cetak dan elektronik memberitakan kondisi Adam Air yang tengah dilanda krisis keuangan. Bhakti Investama, yang memiliki saham 50% di Adam Air melalui afiliasinya menarik semua sahamnya dari PT. Adam Sky Connection, operator Adam Air. Kebangkrutan sudah di depan mata apabila tidak ada investor yang menutupi kekurangan modal yang telah ditarik oleh Bhakti Investama ini.

Larangan Terbang Uni Eropa

Kabarnya Bhakti Investama menarik semua sahamnya karena kinerja Adam Air yang terus memburuk. Penarikan saham Bhakti ini dilakukan setelah terjadi insiden terperosoknya pesawat Adam Air di Hang Nadin Batam. Tentu kita belum lupa kasus hilangnya pesawat Adam Air di Perairan Majene, terpatahnya bagian pesawat Adam Air, dll. Memang cukup meresahkan melihat begitu banyaknya kasus kecelakaan yang dihadapi operator penerbangan. Bahkan maskapai sekelas Garuda pun mengalami berbagai kecelakaan yang cukup serius. Kalau begini rasanya memang pantas Uni Eropa masih memberlakukan larangan terbang bagi maskapai penerbangan Indonesia untuk terbang di wilayah Uni Eropa. Tak cukup hanya permintaan politik yang dilakukan Presiden SBY kepada Presiden Komisi Uni Eropa beberapa waktu lalu.
Pesawat Adam Air patah
Read more

Next Page »