Fallen Air Force
June 25, 2009 by verdinand
Filed under headlines, perang damai
June 12, 2009: A 30-year-old Puma H-3306 helicopter crashed in at the Air Force’s Atang Sendjaja air base in Bogor, killing four and injuring three.
June 8, 2009: Another helicopter crash in West Java killed three
May 20, 2009: C-130 Hercules plane accident in East Java killed more than 100 soldiers and civilians, including villagers on the ground.
… (You can continue the story)
The purpose of this article is not to investigate the cause of these aircraft accidents. But as international relation and defense scholar, what we need to answer is whether global politics contributed to our poorly armed Indonesian military.
Some parties blame the government who allocate fewer budgets for our underfunded army. The approved Rp 36.39 trillion of 2008 army budgets is a far cry of the minimum Rp 100 trillion the Defense Ministry had demanded to modernize Indonesia’s armory. “Ideally, the maintenance cost should be 20 to 25 percent of the overall military budget, but at present it is less than 10 percent,” Indonesian Defense Minister Juwono Sudarsono told to The Jakarta Post (May 22, 2009).
Yes, we agree that budget is a big problem for our army. But there is other influential factor that we need to highlight. Indonesia’s Air Force has been long handicapped by a US ban on weapons sales. Pak Bantarto Bandoro once has asked the availability of spare parts and pilot training which only we can obtain in US. Until to date, Indonesian army is still heavily dependent on US. The tragedy could possibly have been prevented if there were a US aid to upgrade obsolete components.
So, what we can see here that budget is not the only factor of the tragedy. There are some other factors, technical and political that cause this crash. I believe, as the defense specialist, you can add up more factors here. But I can assure that all of us didn’t want any aircraft accidents in the future anymore. On my highest appreciation, we send condolences to victim of the series of Indonesian aircraft accidents.
Happy New Year?
December 31, 2008 by verdinand
Filed under headlines, perang damai
Sebenarnya tidak tepat untuk mengatakan Happy New Year. Persis di ujung tahun ini kita justru dihadapkan kepada kesedihan dan ke-putus-asa-an. Sangat sedih mendengarkan berita sedikitnya 380 warga Palestina tewas ditembak F16 Israel di Jalur Gaza. Sikap putus asa mencuat ketika membaca koran yang penuh dengan berita PHK besar-besaran di berbagai negara termasuk Indonesia. Lantas dimana kata “happy”-nya ketika tangisan ibu dan anak-anak memenuhi dinding-dinding bangunan di Jalur Gaza? Apa yang harus dilakukan untuk menghadapi kondisi ekonomi yang menjadi sangat sulit seperti sekarang ini?
Galileo Galilei
November 15, 2008 by verdinand
Filed under perang damai
Verdinand Siahaan, penggiat China.
Memang saya nggak bakat menjadi penulis. Akhirnya saya mengundurkan diri dari proyek penulisan buku tentang politik global China yang digagas oleh Mas Asrudin. Awal-awalnya sih bersemangat, secara belum pernah ditawarin seperti ini. Tetapi ketika mau nulis, mood-nya langsung hilang. Weleh2.. Tapi saya nggak sehancur itu kok. Sudah banyak ilmu yang baru nan menarik yang saya peroleh dari bahan-bahan yang saya baca. Saya diberi kesempatan untuk menulis tentang kebijakan luar negeri China terhadap Uni Eropa. Lalu saya tertarik untuk membahas kerjasama teknologi keamanannya. Kenapa saya memilih bidang itu? Karena saat ini China diembargo Uni Eropa tidak boleh menjual teknologi keamanannya ke China. Melihat konteks pembangunan ekonomi China yang begitu pesat, banyak negara Eropa merasa tidak nyaman dengan embargo ini. Alasannya sederhana: China siap membeli senjata Eropa dengan harga berapapun juga. *hahaa ngiler juga mereka* Read more
Satu dekade reformasi militer di Indonesia
October 14, 2008 by verdinand
Filed under perang damai
Ali Wibisono, Broto Wardoyo, Yandry Kasim*
(ditulis oleh Broto Wardoyo untuk Portalhi)
Bicara tentang reformasi sektor keamanan sebenarnya tidak hanya bicara tentang reformasi militer. Reformasi militer hanyalah salah satu bagian dari reformasi sektor keamanan. Dalam buku ini, kami bicara reformasi sektor keamanan dalam kerangka reformasi militer. Read more
About Suharto
September 2, 2008 by verdinand
Filed under non-konvensional, perang damai
(Avie Azis, Student of Master of Science in Foreign Service, University of Georgetown, USA)
‘Memory says, want to do it right? Don’t count on me…’
– Adrienne Rich, Atlas of a Difficult World
I owe writing this to some people who asked me early this year what my thoughts were of Soeharto. This is now September, so it’s a very tardy reply. A favorite professor once said that if you can’t finish a draft within a certain designated time, it means that you have not thought the issue through. I have not been able to think Soeharto through. I am of course, hardly the only person who is unable to do so. Last March, five former U.S. ambassadors to Indonesia (The Five Sages, they are called, among them Wolfowitz) gathered together in Cosmos Club in DC and shared their memories of him. They too, could only give sketches and glimpses, sometimes anecdotal (many somehow related to animals: Soeharto and his cows. Soeharto and his mesmerizing fish). For a while I felt like I had an excuse: if wise men of America could not think him through, then I should be forgiven– Read more
Georgia: Krisis Baru Menuju Babak Baru dalam HI?
August 12, 2008 by verdinand
Filed under perang damai
(Rahadhian T. Akbar, peneliti dan aktif mengajar di Pascasarjana HI FISIP UI)
Eropa kembali menghadapi konflik. Georgia harus menarik kembali pasukannya dari Irak untuk menghadapi gerilyawan. Untuk pertama kalinya sejak Soviet runtuh, Rusia menyerang langsung sebuah kawasan damai. Korban sementara dilaporkan melebihi 100 orang. Uni Eropa dan AS menekan Rusia untuk segera mengadakan penyelesaian damai, sementara itu, AS telah mengirimkan pasukan kaukasusnya untuk menghentikan pertumpahan darah. Bush dengan tegas menyatakan bahwa krisis yang terjadi di negara asal pemilik klub sepakbola Chelsea itu akan membahayakan perdamaian regional. Dewan Keamanan PBB sendiri masih belum menemui kata sepakat kepada sebuah resolusi untuk penyeruan gencatan senjata di South Ossetia. Dalam kerangka ini, sepertinya tidak akan ada jalan untuk perdamaian dalam waktu dekat untuk South Ossetia. Read more
Kritik terhadap Teori Perdamaian Demokratik
August 11, 2008 by verdinand
Filed under non-konvensional, perang damai
Asrudin
(Staff peneliti di Asosiasi Riset Opini Publik Indonesia, penulis di Asrudian Center)
‘even though liberal states have become involved in numerous wars with nonliberal states, constitutionally secure liberal states have yet to engage in war with one another’
Michael Doyle (1983)
If only it were so…
George W. Bush pernah mengatakan bahwa Yesus adalah filsuf politik favoritnya, akan tetapi gagasannya tentang kebijakan luar lebih condong pada filsuf kenamaan asal Konisberg (Jerman) Immanuel Kant. Dalam pidato pelantikan keduanya sebagai presiden, Bush menawarkan suatu formulasi kebijakan luar negeri yang jelas dan tepat mengenai “Perluasan Demokrasi di Luar Negeri Sebagai Kunci bagi Keamanan Domestik Amerika Serikat”. Menurutnya, upaya penyelenggaraan hubungan internasional bersama negara-negara bebas dalam mendorong terciptanya demokrasi adalah suatu pendahuluan untuk mengalahkan musuh kita dan untuk menciptakan perdamaian bersama negara-negara bebas.
Strategi kebijakan luar negeri presiden G.W. Bush ini sesungguhnya didasari oleh teori yang cukup terkenal dalam studi Hubungan Internasional: “Teori Perdamaian Demokratik”, teori yang mengakar kuat dalam essainya Immanuel Kant, Perpetual Peace: A Philosophical Sketch. Dalam essainya, Kant sangat mendukung dibangunnya sistem republikan (demokrasi) dalam kehidupan politik bernegara. Karena baginya, konstitusi republik, disamping karena kemurnian asal usulnya (juga muncul dari kemurnian tentang konsep hukum), (juga memberikan prospek yang menguntungkan terhadap konsekuensi yang diinginkan), yaitu perdamaian abadi (perpetual peace). Alasannya adalah : Read more
Revolusi Hongaria 1956 dan Implikasinya Terhadap Perang Dingin
April 28, 2008 by verdinand
Filed under perang damai
Keinginan untuk menikmati udara hangat dan angin yang berhembus perlahan menghantarkan saya ke sebuah taman di tengah kota Budapest. Saya berdiri memandang monumen berbentuk pilar-pilar tinggi dari kayu. Di tahun 1951, di tempat inilah patung Joseph Stalin setinggi 10 meter didirikan dengan megahnya. Di tempat ini juga, rakyat Hongaria pada tanggal 23 Oktober 1956 mengamuk dan melakukan demonstrasi anti-Soviet besar-besaran. Patung Stalin pun dirubuhkan. Read more
Amerika, Amerika,…
February 29, 2008 by verdinand
Filed under diplomacy, perang damai
George Bush’s Middle East Trip: A Covert to Maintain US Strategic Interests?
January 23, 2008 by verdinand
Filed under perang damai
Ristian Atriandi*
Since the twentieth century, the United States’ concerns seem to have never absent from Middle Eastern politics and turmoil. Apart from containing communism during the Cold War, rapid increase of domestic energy consumption has become an additional US strategic interest in the region. Albeit the former has long been ceased, the US has quickly – and unexpectedly – replaced it with a similar yet more elusive global agenda in the so-called “war on terrorism” following the 9/11 attacks. Read more

